Madu dalam Persalinan

Di Cina, madu digunakan untuk mempermudah proses persalinan. Hal tersebut ditempuh dengan cara menyuntikan madu ke dalam otot dengan konsentrasi 80%. Selain itu, wanita tersebut juga diminumkan madu. Hasilnya, persalinan lebih mudah karena leher rahim lebih cepat membuka.

Hal tersebut disebabkan karena madu mengandung bahan prostaglandin yang dikenal bisa menambah efektivitas kontraksi rahim dan pembukaan leher rahim.

Para ahli disana juga melakukan serangkaian uji coba terhadap lilin pada sarang lebah dan bagaimana efeknya dalam proses persiapan leher rahim untuk melahirkan. Hasilnya, leher rahim menjadi lebih lunak, tipis dan lebar.

Tidak hanya itu, pemberian madu pada masa nifas dapat menambah sistem perlawanan tubuh terhadap demam nifas. Oleh karena itu, sebagian dokter di Jepang menasihatkan kepada para pasiennya untuk mengonsumsi madu setiap hari selama masa nifas.

Madu di Masa Menyusui

Seorang bayi mempunyai hak untuk menikmati air susu ibu ( ASI). Karena ASI dapat menjadi tameng sekaligus memberi perlindungan yang cukup kepada bayi dari penyakit. ASI juga merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Dalam hal ini, madu mempunyai peran di dalam proses pemberian ASI bagi bayi.

Hasil riset di Jepang dan beberapa negara lain membuktikan bahwa madu murni mampu memperbanyak keluarnya ASI dan memperbanyak jumlah antibodi dalam ASI. Dengan demikian, kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit akan bertambah. Oleh karena itu, seorang ibu yang sedang menyusui anaknya disarankan untuk mengkonsumsi madu 6 sendok setiap hari.

Khasiat madu juga efektif dalam menghadapi pembengkakan jamur di dalamnya. Selain itu, madu juga bagus bagi lambung dan darahnya.

Kami menganjurkan minum rutin Mama Honey Busui sejak bulan ke sembilan kehamilan, agar mempersiapkan tubuh menuju masa persalinan dan penyusuan. Mama Honey Busui terbukti berkhasiat menjadikan produksi ASI berkualitas dan melimpah.


Daun Katuk

Daun katuk dengan kandungan laktagagum ( zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI) telah dipakai secara turun temurun untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Daun katuk dikonsumsi dalam bentuk sayur rebusan atau dilalap. Daun katuk mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin. Pada pemberian daun katuk ditemukan peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI. Daun katuk juga mengandung alkaloid, sterol, flavonoid dan tannin.

Meskipun demikian cara mengolah daun katuk harus benar-benar diperhatikan, agar gizi yang terkandung di dalamnya tidak rusak. Terlalu matang/ lama memasaknya akan menurunkan kualitas daun katuk sebagai pelancar ASI. Berdasarkan penelitian daun katuk kaya akan zat gizi. Disamping itu, daun katuk mengandung sejenis zat yang diduga bekerja sebagai laktagagum.

Khasiat daun katuk berdasar berbagai penelitian:
Melancarkan Air Susu Ibu ( ASI)
Meningkatkan Produksi ASI
Memperkuat Imunitas Ibu dan Bayi